expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 11 Maret 2014

Akhirnya ketemu juga sama si Plagiat!

Kalau masih ingat dengan postingan saya di bulan September 2013 lalu yaitu tentang plagiarisme yang saya alami, nah skg saya punya cerita terbaru terkait hal ini.

Minggu lalu saya bersama adik kelas saya Yoni arl angkatan 47 yang juga sedang penelitian di kota Sungai Penuh ingin mewawancarai salah seorang narasumber. Saat saya tanya siapa nama narasumber tersebut,  Yoni bilang kalau namanya pak 'B' (tidak perlu saya sebut namanya). Otomatis saya teringat dengan nama yang sudah melakukan plagiarisme terhadap karya tulis saya. saya semakin penasaran seperti apa dan siapa dia sebenarnya. Siang itu kita janjian bertemu beliau di suatu tempat (gedung). Beliau sudah cukup berumur, dari yang saya lihat mungkin sekitar 40 tahunan. 
DI gedung itu kami berkenalan dan beliau sangat baik dan menerima kami. Diskusi dan tanya jawab pun dimulai. 
Beliau ternyata sudah banyak menulis buku baik yang dipublikasikan secara lokal maupun nasional khususnya tentang sejarah dan budaya Kerinci. Beliau juga banyak memiliki dokumen tentang hal tersebut. Kebetulan di tempat kami mewawancarai beliau terdapat buku yang sedang tergeletak di lantai dengan judul Arsitektur Tradisional blablabla...Kerinci...saya tidak begitu ingat persisnya. Otomatis saya sangat tertarik dengan buku ini karena sangat terkait dengan penelitian saya. Buku ini adalah salah satu buku terbitan beliau tahun 2012 atau 2013 saya lupa. Alangkah kagetnya saya saat melihat di dalam bagian buku ini ada 2 penggal paragraf tulisan skripsi saya yang sama persis dengan yang beliau 'contek' dan tulis di website indonesia-heritage.net :o dan dibuku itu juga tidak ada sitasi atau nama saya di daftar pustakanya. Ternyata dia tidak hanya 'mencuri' tulisan saya untuk ditulis di website tetapi juga di buku. :/ Tidak ada yang bisa saya perbuat, mau memberi tahu juga bukunya udah terlanjur terbit. kegiatan wawancara saat itu pun sangat tidak memuaskan bagi saya dan yoni. Sedikit sedikit beliau menyuruh kami untuk membaca saja buku-bukunya. padahal banyak hal lain diluar itu yang perlu kami ketahui untuk penelitian kami. Respek saya berkurang karena kekecewaan dan ketidakpuasan hasil wawancara tadi. Alhasil setelah sekitar 2 jam kami pulang dengan tidak mendapatkan data apa-apa sama sekali. Cukup tahu saja kalau ada orang yang seperti itu yang membangga-banggakan hasil buku-bukunya dan penghargaan yang sudah didapatnya tapi di dalam bukunya ada hasil karya orang lain yang harusnya dia hargai walaupun itu hanya 2 paragraf.
Bagi saya ini adalah pelajaran untuk tidak pernah mempublikasikan hasil karya tulis di media apapun sebelum benar-benar untuk publikasi ilmiah dan selalu untuk menghargai karya tulis orang lain walaupun hanya mengambil 1 kata.

Jumat, 07 Maret 2014

Kondisi SMAN 2 Sungai Penuh Pasca Kebakaran

Kondisi lorong masuk menuju halaman dalam sekolah

Deretan ruang kelas yang habis terbakar

Dua ruang kelas pertama yang habis terbakar

Kantin yang masih dibatasi dengan garis polisi

Kantin di sudut sekolah yang menjadi sumber api

Api cepat menjalar melalui atap loteng yang terbuat dari triplek

Tumpukan bangku dan meja sekolah yang sempat diselamatkan saat kejadian

Mushola di sudut sekolah juga tidak luput dari api

View dari halaman dalam sekolah, terlihat barisan kelas habis terbakar

Ruang guru di bagian depan juga hangus sebagian


SMAN 2 hanya tersisa 8 ruang kelas yang masih bisa digunakan oleh siswa


Sumber: Dokumentasi pribadi
Waktu : Jumat, 7 Maret 2014 

Rabu, 05 Maret 2014

Musibah Kebakaran SMAN 2 Kota Sungai Penuh

Peristiwa kebakaran ini terjadi hari selasa malam (4 Maret 2014) sekitar pukul 20.30 WIB.
Kebetulan saya tinggal dirumah dinas Dolog (Depot Logistik) yang bersebelahan dengan SMAN 2 Sungai Penuh. kronologisnya sekitar pukul 20.30 WIB saya sedang berada di dalam rumah bersama kakak dan abang sepupu. Abang sepupu saya saat itu kebetulan sedang berada dihalaman depan rumah melihat asap dan cahaya terang dari sebelah. Antara rumah dan SMAN 2 ini dibatasi oleh 2 tembok pemisah yang berjarak 2 meter. Seketika itu spontan abang sepupu saya masuk kerumah dan mengabari kalau di sebelah (SMAN 2) terjadi kebakaran. Saat itu juga kebetulan saya sedang mencharge kamera digital yang langsung saya ambil dan berlari keluar untuk melihat. Dari luar rumah saya melihat asap mulai banyak dan kemudian saya berlari keluar komplek rumah dinas menuju ke SMAN 2 yang tepat berada di sebelahnya. saat itu disana masih sepi hanya beberapa orang yang datang ke lokasi perkiraan saya ada sekitar 10-20 orang dan kemungkinan adalah masyarakat yang tinggal disekitar. Saat saya sudah masuk hingga ke halaman tengah sekolah, saya melihat api sudah mulai melahap 1 ruang kelas yang berada di sebelah kantin. sementara kantin sekolah sudah duluan habis terbakar. Ada dugaan api berasal dari kantin ini, pada saat saya disana api masih belum terlalu besar. sekitar 5-10 menit saya berada disana barulah 3 buah unit mobil pemadam kebakaran datang. tidak banyak yang bisa dilakukan oleh masyarakat yang ada disana termasuk saya untuk membantu karena ketiadaan peralatan. 

Proses pemadaman mulai dilakukan oleh tim damkar, namun tidak cukup berdaya karena api telah membesar. dalam sekejap lokasi sudah dipenuhi oleh masyarakat yang ingin melihat kejadian secara langsung. hal ini sempat menyulitkan petugas dan mobil damkar untuk masuk ke lokasi. Jalanan di depan sekolah berubah jadi ramai dan macet walaupun sudah dibantu oleh pihak kepolisian. ketika 3 unit mobil ini sudah kehabisan air dan pergi, api terus melahap ruang-ruang kelas yang ada. saya pun sempat mendokumentasikan proses pemadaman dan dahsyatnya api yang melahap sekolah ini walaupun dalam kondisi kamera digital sedang lowbat. Api semakin menjadi-jadi setelah sekitar setengah jam. Mushola dan ruang kelas yang berada disisi tembok dekat rumah saya mulai terbakar. saya pun baru sadar kalau rumah dinas tempat saya tinggal bersama kakak sepupu bisa saja terkena imbasnya. saya langsung berlari pulang menuju kembali ke rumah. Sesampainya dirumah, abang sepupu saya sudah mengeluarkan semua barang-barang berharga termasuk laptop dan tas saya yang isinya pakaian dan bahan-bahan penelitian saya. Kondisi saat itu listrik sudah dipadamkan oleh PLN sehingga kami mengeluarkan barang-barang dengan bantuan lampu senter. Beruntung mobil damkar dan water canon yang siaga sudah standby di halaman depan rumah dan menyiram sisi rumah dan mushola yang berbatasan langsung dengan pagar tembok rumah kami. selamatlah rumah kami dari lalapan api tersebut. Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 11an malam. namun, hingga pukul 1 dinihari petugas masih melakukan penyiraman untuk mencegah terjadinya api yang disebabkan oleh bara api yang tersisa. saya pun baru bisa tidur sekitar jam 1 dinihari dengan kondisi listrik masih padam dan tetap waspada.

Berikut saya perlihatkan beberapa hasil dokumentasi saya pada saat kejadian berlangsung,













Minggu, 02 Maret 2014

Masjid Agung Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh


Masjid Agung Pondok Tinggi adalah salah satu peninggalan sejarah yang terdapat di pusat Kota Sungai Penuh. Masjid ini berdiri pada abad ke-18 atau tepatnya hari Rabu tanggal 1 Juni 1874. Hari Rabu dipilih karena pertimbangan sebagai hari terbaik untuk mendirikan rumah/bangunan. Masjid ini saat ini sudah ditetapkan oleh pemerintah Kota Sungai Penuh sebagai Benda Cagar Budaya (BCB) berdasarkan SK Menteri Kebudayaan dan Pariwisata nomor KM.11/PW.007/MKP/2004.

Masjid ini berbentuk persegi empat dengan ukuran 28x28 m. Dinding terbuat dari papan dengan berbagai ukiran bermotif khas Kerinci. Masjid ini juga ditopang oleh tiang dengan jumlah 36 buah. Keistimewaan dari masjid ini yaitu dibangun tanpa menggunakan paku. Tiang-tiang dihubungkan dengan pasak kayu yang saling menopang satu sama lain. Atap masjid ini tidak berbentuk kubah melainkan berbentuk atap tumpang bersusun tiga dengan ujung atap yang semakin meruncing. Masjid Agung Pondok Tinggi juga tidak memiliki menara diluar seperti masjid-masjid lainnya. Masjid ini memiliki menara di dalam masjid seperti anjungan kecil yang dihubungkan dengan tangga. Menara dalam ini digunakan untuk mengumandangkan adzan. Di dalam masjid ini juga terdapat Tabuh Larangan berukuran besar dengan panjang 7,5 m dan diameter tabuh 1,15 m. Namun, pada tahun 2013 kemarin tabuh ini dipindahkan oleh masyarakat setempat ke bagian luar masjid berdampingan dengan makam nenek/leluhur yang berada tepat disamping masjid ini. Masjid ini status kepemilikannya adalah milik masyarakat, namun dalam pengelolaannya bekerjasama dengan pemerintah dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi, Sumsel, dan Bengkulu. Selama ini Masjid Agung Pondok Tinggi sudah beberapa kali mengalami perbaikan atau renovasi untuk menjaga agar kondisi bangunan tetap lestari. 





Sabtu, 01 Maret 2014

Hari ke-1 Penelitian

1 Maret 2014 hari Sabtu, saya sudah tiba di kampung halaman di Kerinci sehari sebelumnya.
Hari Sabtu di awal bulan baru ini seharusnya menjadi hari pertama saya memulai kegiatan penelitian dengan melakukan pengamatan di lapangan. karena jadwal ini sudah ngaret sekitar 3 minggu dari jadwal yang seharusnya disebabkan ada kepentingan keluarga sewaktu masih dirumah di Muara Bungo kemarin yang tidak bisa ditinggalkan.

Di hari pertama ini rupanya juga tidak berjalan dengan baik, saya sendiri kebingungan harus memulai dari mana dan apa yang harus dilakukan terlebih dahulu dengan penelitian saya ini. pengambilan data di dinas-dinas terkait harus menunggu surat ijin penelitian yang dikeluarkan oleh Kesbangpol dan baru akan saya urus hari senin besok. kata teman saya sih suratnya baru jadi sekitar 1 minggu, maklum proses birokrasi dan ketidakprofesionalan pihak terkait membuat jadi lebih lama. Lalu, hari pertama ini saya berkunjung ke rumah ketua adat Limo Luhah yang juga merupakan paman saya sendiri untuk diskusi awal. Namun, rupanya paman saya tersebut sedang keluar kota ke Padang untuk 1-2 hari kedepan. Rencana A gagal, lalu rencana B saya yang ingin survei awal ke lokasi pada sore harinya juga gagal dikarenakan hujan. Alhasil, hari ini belum membuahkan hasil apa-apa.

Senin, 03 Februari 2014

Komik ARL Pasca12 #Edisi2 Rayuan Gombal

Edisi 2 komik ARL Pasca12 terbit, kali ini temanya "Rayuan gombal" :p
yang diperankan oleh salah seorang pria dan wanita di angkatan 2012.
Mohon maaf kalau ada yg kurang berkenan, it's just for laugh and fun :)
Cekidot!

Komik 1



































Komik 2


Sabtu, 01 Februari 2014

Komik ARL Pasca 2012 #Edisi1

Nungguin urusan proposal yg belum kelar2, dan tiap hari bingung gada kerjaan...
muncullah keisengan untuk ngisi waktu luang dengan buat komik ARL Pasca 2012, itung2 bisa meningkatkan kreativitas dan daya imajinasi,hahaa :p
sebenarnya bukan komik juga sih namanya, cuma foto yang diedit dan dikasih dialog seperti komik.
sebelumnya teman2 lain jg pernah bikin yang ginian yg kocak bikin ngakak..
sekarang gw coba bikin mudah2an gak garing :p
CEKIDOT GAN!!!

Komik 1


Komik 2


Komik 3

Komik 4

Komik 5

Komik 6

Komik 7

Komik 8

Komik 9


Buat temen2 pasca 2012 maupun pembaca lainnya monggo tinggalkan komentar dan kasih ranking 1-3 komik nomor berapa aja yg menurut kalian lucu atau aneh atau menarik..hehe
ini baru awal, nanti bakal ada lagi komik berikutnya yg udah disiapin, tinggal nunggu launching aja.

Buat yang wajahnya terpampang di komik, mohon maaf kalau ada yg kurang berkenan dan sebagainya.
komik ini dibuat hanya untuk hiburan semata dan buat kalian tertawa dan tersenyum. 
tidak ada maksud utk menghina atau merendahkan..

Kalau ada ide,masukan,saran atau foto2 menarik yg mau dibikin komik silahkan kirim ke gw..itung2 jadi hiburan selama penelitian ntar,hehe :)