expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 04 Februari 2015

Oktober yang Luar Biasa (Part 3 selesai)

Kembali melanjutkan cerita dan pengalaman yang saya alami di bulan Oktober 2014, setelah sebelumnya ada part 1 dan part 2 maka sekarang adalah part 3 bagian terakhir.

Ceritanya di pertengahan bulan Oktober 2014, ayah saya divonis kanker stadium 3 dan harus dirujuk ke RS di Jakarta. Karena saya satu-satunya keluarga yang tinggal di dekat Jakarta maka sayalah yang membantu semua kebutuhan kedua orang tua selama ada di Jakarta karena saudara saya yang lainnya tinggal di Jambi dan Medan. Pengalaman yang saya alami adalah susahnya mengurus prosedur penggunaan BPJS untuk pasien yang dirujuk dari luar daerah dan mencari rumah sakit yang bersedia menerima pasien BPJS itu. Alhamdulillah setelah susah payah akhirnya diterima di RSPAD Jakarta. Selama 1 minggu ayah saya dirawat dan selama seminggu itu juga saya harus bolak balik Jakarta-Bogor karena waktu itu saya juga harus mempersiapkan administrasi untuk sidang ujian Tesis saya. Pilihan yang berat antara harus menemani orang tua dan mempersiapkan diri untuk ujian, kemudian ditambah lagi saat itu juga saya ditunjuk untuk menghandle sebuah proyek desain taman di Bogor. Saya selalu dihubungi oleh kantor untuk datang ke kantor buat koordinasi dan mengawasi pekerjaan adik-adik kelas yang ikut bekerja dikantor waktu itu. Pikiran saya pada saat itu benar-benar terpecah dan tidak bisa fokus, baru kali ini saya mengalami kejadian dimana pikiran saya tidak bisa fokus pada 1 hal saja. 

Akhirnya saya membuat prioritas, yang utama adalah orang tua, bagaimanapun kedua orang tua tetap yang utama bagi saya apalagi dalam keadaan ayah yang sedang sakit parah dan harus dioperasi. Yang kedua adalah ujian Tesis saya, persiapan bisa dilakukan di sela-sela waktu kosong saat di rumah sakit meskipun hasilnya mungkin tidak bisa maksimal. Dan prioritas yang ketiga adalah pekerjaan, pekerjaan saya waktu itu saya tinggalkan dan hanya berkoordinasi jarak jauh melalui telpon atau sms. 

Puncaknya adalah tanggal 23 Oktober yaitu tanggal dimana saya ujian Tesis untuk menentukan kelulusan studi S2 saya dan pada tanggal itu juga kedua orang tua saya harus berangkat kembali lagi ke Jambi. Sedih rasanya tidak bisa menemani/mengantarkan orang tua ke Bandara dan membiarkan cuma ibu sendiri yang membimbing ayah berjalan sekaligus membawa barang-barang bawaan dan tidak terbiasa dengan kondisi bandara Soetta. Sehari sebelum pulang dan sebelum ujian Tesis, saya menyempatkan untuk bertemu kedua orang tua di Jakarta sekaligus minta doa restu untuk ujian esok harinya. Persiapan saya pada H-1 waktu itu sangat sangat seadanya, hanya pasrah pada Yang Maha Kuasa. Berat rasanya berpisah dan melihat kondisi ayah yang waktu itu masih sakit dan lemah, tapi saya punya kewajiban yang harus diselesaikan. Pada saat ujian dengan bermodalkan kepercayaan diri dan persiapan yang terbatas, akhirnya saya berhasil mendapatkan kelulusan dengan gelar MSi. Meskipun saya pribadi merasa tidak puas dengan jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan oleh penguji. Lega bercampur senang waktu itu akhirnya beban yang ada dipundak ini menjadi lebih ringan dari sebelumnya dan bisa memberi kabar bahagia kepada kedua orang tua yang hari itu dalam perjalanan pulang ke Jambi. 
Bulan Oktober 2014 itu saya merasa benar-benar "diuji".

Perjuangan mendapatkan gelar MSi akhirnya selesai, mission complete!

Menjadi mahasiswa ke-3 yang lulus di angkatan 2012 Prodi ARL


1 komentar:

  1. Selamat ya gan, ga tau kenapa ane hari ini pengen aja liat kelanjutan cerita Oktober nya. Sangat menginspirasi ane untuk berjuang, gan. Terima kasih.

    BalasHapus